universitas gunadarma

Rabu, 08 Oktober 2014

E-Business MINGGU 1



                                       E-Business

Pengertian E-Business
Pengertian e-Business atau definisi e-business adalah kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dilakukan dengan menggunakan teknologi elektronik. E-business memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal secara lebih efisien dan fleksibel. E-business juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik.
E-business berkaitan secara menyeluruh dengan proses bisnis termasuk value chain: pembelian secara elektronik (electronic purchasing), manajemen rantai suplai (supply chain management), pemrosesan order elektronik, penanganan dan pelayanan kepada pelanggan, dan kerja sama dengan mitra bisnis. E-business memberi kemungkinan untuk pertukaran data di antara satu perusahaan dengan perusahaan lain, baik lewat web, Internet, intranet, extranet atau kombinasi di antaranya.

Jenis-Jenis E-business
E-bussines adalah sutau kata yang mungkin bagi kita sudah tidak asing lagi, E-bussines merupakan suatu kegiatan bisnis yang dilakukan secara online atau dengan memanfaatkan internet, kegiatan dalam e-bussines tidak saja terbatas pada masalah transaksi penjualan dan pembelelian barang tetapi juga masalah-masalah lain seperti pelayanan komsumen, kolega bisnis dan lain-lain. Dari sisi cakupan inilah yang membedakan antara e-business dan e-comerce dimana e-comerce cakupanya hanya terbatas pada masalah transaksi dan penjualan barang saja. Berikut adalah jenis-jenis e-bussines yang biasa dilakukan :
  • B2B, adalah bisnis yang dilakukan sebuah perusahaan dengan perusahaan lain(antara perusahaan) baik itu perusahaan yang bergerak pada bidang industri yang sama ataupun berbeda dengan menggunakan media Internet. B2B biasa dilakukan untuk menghemat biaya transaksi. Sebagai contoh perusahaan A ingin memesan sejumlah unit komputer pada perusahaan B, maka perusahaan A dapat mengakses situs resmi perusahaan B dan menuliskan pesanannya. Perusahaan B yang mendapatkan pesan pemesanan barang tersebut akan mengirimkan barang yang dimaksud. Pembayaran biasanya dilakukan berdasarkan kesepakatan sebelumnya. Meskipun tentu saja pemesanan barang ini dapat dilakukan dengan mengangkat telepon. Salah satu contoh perusahaan di Indonesia yang menerapkan konsep B2B adalah situs www.dagang2000.com milik PT Indosat Adimarga dan www.indonesianexport.com milik PT e-Commerce Nusantara.
  • B2C, dapat diartikan sebagai jenis perdagangan elektronik dimana ada sebuah perusahaan (business) yang melakukan penjualan langsung barang-barangnya kepada pembeli (consumer). Kesuksesan dari B2C pada dasarnya dikarenakan faktor penawaran barang kualitas tinggi dengan harga murah dan banyak pula dikarenakan pemberian layanan kepada konsumen yang cukup baik  Contoh perusahaan kelas dunia yang telah menerapkan B2C adalah www.Amazon.com dan www.WSJ.com
  • Business to Administrator, adalah sebuah kegiatan memanagement semua aspek bisnis yang dibangun untuk bisa membangun dan mengembangkan bisnis yang dilakukan sesuai dengan sasaran dan tujuan dari pembagun bisnis yang dilakukan. Sebagian besar perusahaan memiliki sebuah kelompok khusus administrator yang bekerja untuk memastikan hal ini terjadi. Contoh situs yang menggunakan konsep ini adalah www.emagister.net
  • Brokerage, adalah orang yang menyediakan pasar, brokerage memiliki peran dalam mempertemukan dan memfasilitasi transaksi antara penjual dan pembeli. Brokerage sering memainkan peran dalam bisnis-to-business (B2B), business-to-konsumen (B2C), atau konsumen-ke-konsumen (C2C). Keuntungan didapat oleh brokerage dari komisi yang diberikan oleh pihak yang terlibat dalam transaksi baik itu penjual atau pembeli. Contoh situsnya seperti www.respond.com atau www.paypal.com
  • Seller Driven Market, adalah jenis pasar penjualan elektronik komoditas, dimana dalam pasar ini terjadi kelangkaan komoditas atau barang yang mendasar yang mengakibatkan harga menjadi mahal karena permintaan atas barang / pasokan yang amat tinggi. Contoh situs yang mengaplikasikan pasar ini adalah  www.lelangmurah.com
  • Buyer Driven Market, adalah jenis pasar elektronik yang berlawanan dengan pasar Seller driven market. Dalam pasar ini bisanya terdapat banyak sekali situs atau penjual yang menawarkan sebuah produk yang sama sehingga dengan demikian pembeli memilki kesempatan untuk memilih. Ketika keadaan pasar seperti ini biasanya harga barang yang ditawarkan oleh penjual akan cenderung murah. Contoh situs yang cukup terkenal dengan konsep ini misalnya www.buyers-market.net


Ruang lingkup E Business
Ruang Lingkup E Bussiness: Dijelaskan dengan Prinsip (4 W) Yaitu: What, Where, Who dan Why.
1.     What
2.     2. Where
3.     3. Who
4.     4. Why
1. What Secara prinsip pengertian E Business jauh lebih luas dibandingkan dengan E Commerce, bahkan secara filosofis, E Commerce merupakan bagian dari E Bussiness. Jika E Commerce hanya memfokuskan diri pada aktivitas atau mekanisme transaksi yang dilakukan secara elektronik/digital, E Bussiness memiliki wilayah yang jauh lebih luas, termasuk di dalamnya aktivitas relasi antara dua entiti perusahaan, interaksi antara perusahaan dengan pelanggannya, kolaborasi antara perusahaan dengan para mitra bisnisnya, pertukaran informasi antara perusahaan dengan para pesaing usahanya, dan lain sebagainya.

2. Where E Bussiness dilakukan dimana saja, sejauh pihak yang berkepentingan memiliki fasilitas elektronik/digital sebagai kanal akses (access channel). Berbeda dengan bisnis konvensional dimana transaksi biasa dilakukan secara fisik di sekitar perusahaan dengan akses dan variasi transaksi yang terbatas.

3. Who Siapa saja yang melakukan E Bisnis. Klasifikasi entiti yang kerap dipergunakan dalam mengilustrasikan eBusiness, masing-masing: Agent, Business, Consumer, Device, Employee, Family, dan Government. Contohnya adalah sebuah aplikasi tipe eCommerce B-to-C yang merupakan mekanisme hubungan perdagangan antara sebuah perusahaan dengan para pelanggannya (end consumersnya); atau tipe G-to-G yang menghubungkan dua buah negara untuk permasalahan eksport dan import.

5.     Why Penerapan konsep eBusiness secara efektif memberikan keuntungan bagi perusahaan karena banyaknya komponen biaya tinggi yanga dapat dihemat, yang secara tidak langsung meningkatkan level pendapatannya. Dengan mengimplementasikan eBusiness, perusahaan dapat melihat berbagai peluang dan celah bisnis baru yang selama ini belum pernah ditawarkan kepada masyarakat.


Kisah Sukses Pengusaha Toko Retail - Sam Walton

Sam Walton, pendiri Wal-Mart, dibesarkan dalam keadaan miskin dalam sebuah komunitas petani di sebuah pedesaan di Missouri. Saat itu Amerika sedang mengalami masa depresi. Kemiskinan yang dialaminya saat beranjak dewasa mengajarkannya tentang nilai dari uang dan ketekunan.
Setelah menyelesaikan kuliahnya di University of Missouri, dia bekerja untuk J.C. Penny dimana dia pertama kali mendapatkan pengalaman mengenai retailing. Dia menjadi pejabat selama masa perang dunia ke 2, dan setelah itu menjadi seorang franchiser yang sukses dari toko Ben Franklin five-and-dime.
Di tahun 1962, dia mendapat ide untuk membuka toko yang lebih besar, yang berada diarea pedusunan, menawarkan produk dengan harga yang murah dan discount yang besar. Namun pihak manajemen tidak setuju dengan visinya ini. Tanpa kenal menyerah, Walton mengejar visinya, mendirikan Wal-Mart dan memulai kisah sukses dari toko retail. Saat Walton meninggal di tahun 1992, kekayaan keluarganya mencapai 25 milyar dollar.
Saat ini Wal-Mart adalah retailer nomor 1 di dunia, dengan lebih dari 4.150 toko, termasuk toko discount, kombinasi antara toko discount dan toko makanan, serta toko gudang yang bersifat keanggotaan (Sam's Club).
Dalam "Running a Successful Company: Ten Rules that Worked for Me," Sam Walton menerangkan tentang 10 prinsip untuk menjalankan sebuah perusahaan yang sukses, yaitu:
Prinsip 1: Berkomitmenlah untuk mensukseskan bisnis anda. Anda harus lebih mempercayainya dibanding siapapun. Saya rasa, saya bisa mengatasi setiap hambatan karena saya mempunyai hasrat yang sangat kuat. Saya tidak tahu apakah anda harus terlahir dengan hasrat seperti ini, atau anda bisa mendapatkannya dengan cara mempelajarinya.
Yang saya tahu saya membutuhkannya. Jika anda mencintai pekerjaan anda, maka anda akan berusaha dengan sepenuh hati untuk melakukannya dengan sebaik mungkin. Sehingga cepat atau lambat, orang-orang disekitar akan tertulari hasrat tersebut, seperti sejenis demam.
Prinsip 2. Bagikan keuntungan anda dengan semua kolega anda, dan perlakukan mereka sebagai partner. Sebagai balasannya, mereka juga akan memperlakukan anda sebagai partner, dan bekerja bersama anda untuk mewujudkan impian dan harapan anda yang terindah.
Tetaplah sebagai sebuah perusahan dan pertahankan kendali jika anda menginginkannya, tapi bertindaklah sebagai pemimpin yang melayani dalam bekerja sama. Dorong kolega anda untuk mempertahankan sahamnya di perusahaan. Tawarkan discount untuk membeli saham, dan beri mereka saham sebagai hadiah untuk masa pensiun. Ini adalah hal terbaik yang bisa kita lakukan.
Prinsip 3. Motivasi partner anda. Uang dan kepemilikan saja tidaklah cukup. Teruslah mencari cara-cara baru dan menarik untuk memotivasi dan mendorong partner anda. Tetapkan target yang tinggi, dorong persaingan, dan kemudian pertahankan skore.
Bertaruhlah untuk hadiah yang besar. Jika sesuatu tidak berjalan sesuai keinginan, lakukan pertukaran; pindahkan para menejer dari satu tempat ke tempat lain untuk mempertahankan tantangan. Pertahankan agar semua orang cuma bisa menebak trik apa yang akan anda jalankan berikutnya. Jangan menjadi terlalu mudah untuk diprediksi.
Prinsip 4. Komunikasikan semua yang mungkin bisa dengan partner anda. Semakin banyak mereka tahu, semakin mudah mereka untuk memahami. Semakin paham mereka, semakin mereka peduli. Begitu mereka peduli, maka tidak ada yang bisa menghentikan mereka.
Jika anda tidak mempercayai kolega anda untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, maka mereka akan tahu bahwa anda tidak menganggap mereka sebagai partner. Informasi adalah power, dan anda akan mendapatkan keuntungan yang lebih banyak dari memberdayakan kolega anda dari pada mengurangi resiko untuk memberikan informasi pada pesaing.
Prinsip 5. Hargai semua yang dilakukan oleh kolega untuk bisnis anda. Gaji dan saham memang bisa membeli kesetiaan. Tapi kita semua menyukai saat seseorang memberi tahu bahwa dia menghargai apa yang kita lakukan untuknya.
Kita ingin lebih sering mendengarnya, terutama saat kita melakukan sesuatu yang benar-benar kita banggakan. Tidak ada yang bisa menggantikan kata-kata pujian yang tulus dan jujur. Kata-kata ini gratis tapi sangat bernilai.
Prinsip 6. Rayakan kesuksesan anda. Cari sesuatu yang lucu dalam kegagalan anda. Jangan terlalu mengkritik diri sendiri. Jika anda tenang, maka orang-orang disekitar anda ikut tenang. Bersenang-senanglah. Tunjukkan rasa antusias, selalu.
Saat semuanya gagal, ambil kostum dan nyanyikan lagu yang konyol. Lalu, buat semua orang bernyanyi bersama anda. Jangan lakukan hula-hoop di Wall Street. Itu sudah pernah dilakukan. Cari cara anda sendiri. Bersenang-senang itu jauh lebih penting dan lebih menyenangkan dibanding yang anda kira, dan ini sebenarnya hanyalah kompetisi yang bodoh. "Mengapa kita harus menganggap serius orang-orang yang ada di Wal-Mart?"
Prinsip 7. Dengarkan semua orang yang ada di dalam perusahaan dan cari cara untuk membuat mereka bicara. Mereka yang berada di barisan terdepan, mereka yang berbicara langsung pada konsumen, adalah yang paling tahu apa yang sebenarnya terjadi di sana.
Anda harus mencari tahu apa yang mereka ketahui. Inilah sebenarnya yang dimaksud dengan kualitas total. Untuk membuat orang-orang menjadi lebih bertanggung jawab, dan memaksa ide-ide hebat untuk muncul, anda harus mendengarkan apa yang kolega anda ingin sampaikan pada anda.
Prinsip 8. Berikan lebih dari apa yang diharapkan oleh konsumen anda. Jika anda melakukannya, mereka akan kembali dan kembali lagi. Berikan apa yang mereka inginkan, dan tambahkan sedikit. Buat mereka jadi tahu bahwa anda menghargainya.
Perbaiki semua kesalahan anda, dan jangan mencari-cari alasan, minta ma'aflah. Yakinlah terhadap semua yang anda lakukan. Dua kata terbaik yang pernah saya tuliskan di Wal-Mart pertama adalah tanda yang bertuliskan : "Satisfaction Guaranteed." Tanda tersebut masih ada disana, dan telah memberikan perbedaan yang nyata.
Prinsip 9. Kendalikan pengeluaran anda dengan cara yang lebih baik dibanding pesaing anda. Disinilah anda selalu bisa menemukan keunggulan yang kompetitif. Selama 25 tahun, lama sebelum Wal-Mart dikenal sebagai retailer terbesar, kami telah berada di posisi 1 dalam industri kami untuk rasio terendah dalam perbandingan antara pengeluaran dengan penjualan.
Anda mungkin saja akan melakukan berbagai kesalahan tapi tetap bisa kembali pulih jika anda beroperasi dengan efektif. Atau anda boleh saja sangat brilliant tapi tetap bangkrut jika terlalu boros.
Prinsip 10. Berenang melawan arus. Abaikan kebijaksanaan konvensional. Jika semua orang melakukan dengan suatu cara, maka anda punya peluang yang bagus untuk menemukan pangsa pasar anda dengan cara melakukan yang sebaliknya.
Tapi bersiaplah untuk menghadapi banyak oraang yang akan mengatakan bahwa cara arah yang anda pilih itu salah. Saya rasa, selama bertahun-tahun, apa yang paling sering saya dengar dibanding hal lain adalah: sebuah kota dengan populasi yang kurang dari 50.000 tidak bisa mensupport toko discount untuk waktu yang sangat lama.

Sumber :
http://nisa11019.blogspot.com/2012/12/e-business-dan-e-commerce.html

NAMA : SAIPUL ANWAR
KELAS : 3DB04
NPM : 36112789
DOSEN: SUDARSONO

Rabu, 15 Januari 2014

Element Komputer


                       Element Komputer


kita semua tau bahwa kinerja komputer sangat kita butuhkan dalam kehidupan sehari-hari, komputer bisa kita gunakan untuk berhubungan antara satu komputer dengan komputer yang lain, pada sebuah komputer memiliki 3 element, yaitu brainware, software, dan hardware. berikut adalah penjelasan dan fungsi 3 elemen / komponen tersebut :

1. Perangkat keras (Hardware)

Perangkat keras (Hardware) adalah segala peralatan komputer yang mempunyai wujud fisik, Seperti : CPU, Monitor, Keyboard, Mouse, Printer, Speaker.

2. Perangkat lunak (Software)
Perangkat lunak (Software) adalah program yang berisi instruksi atau perintah yang di mengerti oleh komputer. Komputer terdiri dari jutaan alat elektronika, sehingga untuk menghidupkannya supaya komputer bisa menghitung, mengolah kata, gambar, suara, dan lain sebagainya diperlukan software.
Contoh-contoh software :
SO (Sistem Operasi) : Windows 3xx, Windows 9x, Windows 2000, Windows ME, Windows XP, Windows Vista, Windows 7, Linux Mandrake, Suse, (K) Ubuntu, Red Hat, IGOS Nusantara, Blankon.
+ Pengolah kata : Ms. Word, Notepad, Wordpad, Open Writer
+ Pengolah angka : Ms. Excel, Calc
+ Data base : Ms. Access
+ Pengolah gambar : Power Point, Corel Draw, Adobe Photoshop, Autocad
+ Browser : Internet Explorer, Mozilla Firefox, Opera Mini

3. Pengguna (Brainware)
Pengguna (Brainware) adalah orang yang mengoperasikan komputer

Diatas tadi adalah elemen-elemen komputer penting yang harus ada dan tidak boleh ditinggalkan.
Apakah kalian sudah tahu element komputer yang penting dan tidak boleh ditinggalkan oleh suatu komputer ..? Jika belum tahu, Saya kasih tahu element penting tersebut disini. Jadi simak baik-baik ya...

3 element penting komputer, yaitu :

1. Perangkat keras (Hardware)
Perangkat keras (Hardware) adalah segala peralatan komputer yang mempunyai wujud fisik, Seperti : CPU, Monitor, Keyboard, Mouse, Printer, Speaker.

2. Perangkat lunak (Software)
Perangkat lunak (Software) adalah program yang berisi instruksi atau perintah yang di mengerti oleh komputer. Komputer terdiri dari jutaan alat elektronika, sehingga untuk menghidupkannya supaya komputer bisa menghitung, mengolah kata, gambar, suara, dan lain sebagainya diperlukan software.
Contoh-contoh software :
SO (Sistem Operasi) : Windows 3xx, Windows 9x, Windows 2000, Windows ME, Windows XP, Windows Vista, Windows 7, Linux Mandrake, Suse, (K) Ubuntu, Red Hat, IGOS Nusantara, Blankon.
+ Pengolah kata : Ms. Word, Notepad, Wordpad, Open Writer
+ Pengolah angka : Ms. Excel, Calc
+ Data base : Ms. Access
+ Pengolah gambar : Power Point, Corel Draw, Adobe Photoshop, Autocad
+ Browser : Internet Explorer, Mozilla Firefox, Opera Mini

3. Pengguna (Brainware)
Pengguna (Brainware) adalah orang yang mengoperasikan komputer

 









BRAINWARE

Istilah yang digunakan untuk manusia yang berhubungan dengan sistem komputer. Manusia merupakan suatu elemen dari sistem komputer. Manusia adalah yang merancang bagaimana suatu mesin dapat bekerja sesuai dengan hasil yang diinginkannya.
Atau
Brainware adalah setiap orang yang terlibat dalam kegiatan pemanfaatan komputer/ sistem pengolahan data. Brainware merupakan sumber inspirasi utama bagi terbentuknya suatu sistem komputer.
Menurut tingkat pemanfaatan terhadap komputer,  Brainware digolongkan dalam empat tingkatan dimulai dari tingkatan yang tertinggi:
a. System Analyst: Penanggung jawab dan perencana sistem dari sebuah
    proyek  pembangunan  sebuah  sistem  informasi  khususnya  yang memanfaatkan komputer
b. Programmer : Pembuat dan petugas yang mempersiapkan program yang dibutuhkan pada sistem komputerisasi yang dirancang
c. Administrator : Seseorang yang bertugas mengelola suatu sistem operasi  dan  program-program  yang  berjalan  pada  sebuah sistem/jaringan komputer
d. Operator : Pengguna  biasa,  hanya  memanfaatkan  sistem komputer yang sudah ada.

srumber; http://komputerspot.wordpress.com/2009/01/25/element-komputer/
               http://anaksmkzainal.wordpress.com/pengertian-dan-fungsi-komponen-dan-3-elemen-yang-terdapat-pada-komputer/

Kamis, 21 November 2013

SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER (CBIS)

 saipul anwar
2db04
36112789


 SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER (CBIS)
Oleh : Saliman
ABSTRAK
Informasi adalah salah satu dari lima jenis utama sumber daya
yang dapat dipakai oleh manajer. Semua sumber daya termasuk informasi
dapat dikelola. Pengelolaan informasi semakin penting seiring dengan
rumitnya kegiatan bisnis yang setiap saat membutuhkan informasi yang
akurat dan demi pelayanan yang memuskan pada para pelanggan.
Pengelolaan informasi juga lebih menantang sejalan dengan
perkembangan kemampuan komputer saat ini.
Output komputer digunakan oleh berbagai pihak untuk bahan
pengambilan keputusan, terutama seorang manajer dalam suatu
perusahaan. Saat para manajer melakukan fungsi dan perannya,
memerlukan dukungan informasi yang akurat, cepat dan tepat agar dapat
melakukan tugasnya secara efektif. Hal ini akan terwujud apabila manajer
memiliki keahlian dalam bidang komunikasi dan pemecahan masalah
dengan pengetahuan tentang komputer dan informasi. Selanjutnya
pengelolaan informasi akan merupakan sebuah sistem, yang saling
tergantung sekaligus bersinergi antar berbagai komponen yang
membentuk sistem tersebut. Sistem ini dikenal dengan sistem informasi.
Karena digunakan untuk membantu manajer dalam mengambil kebijakan
maka disebut dengan sistem informasi manajemen.
Akibat perkembangan lembaga yang dikelolanya manajer tidak
hanya mengelola sumber daya fisik saja, tetapi juga sumber daya
konseptual. Sumber daya konseptual sangat abstrak sehingga sulit untuk
dikelola. Cara pengelolaannya adalah dengan mengubah menjadi simbolsimbol
yang memiliki value (nilai), sehingga dapat dikalkulasi. Cara
pengelolaan sumber daya koseptual ini yang paling tepat adalah dengan
menggunakan bantuan mesin, dalam hal ini komputer. Dengan demikian
sistem informasi manajemen akan lebih efektif apabila dikelola atau
berbasis komputer. Sistem informasi berbasis komputer tersebut lebih
dikenal sebagai (computer-based information system) atau CBIS.
PENDAHULUAN
Setiap pimpinan suatu lembaga selalu menggunakan informasi untuk
melaksanakan tugas-tugasnya, sehingga subyek dari manajemen informasi
bukanlah suatu hal yang baru. Informasi telah ada sejak adanya manusia sampai
saat ini dan masa mendatang. Kegunaan informasi juga relatif sama dari waktu ke waktu yaitu sebagai alat untuk mendukung pengambilan keputusan mulai dari
keputusan individual sampai pada tingkatan keputusan seorang manajer
profesional pada kalangan lembaga bisnis modern.
Daya dukung informasi terhadap pengambilan keputusan sangat berarti,
sehingga cara-cara pengelolaan informasi mulai diperhatikan oleh manusia
sejalan dengan perkembangan peradabannya. Dengan demikian apa yang telah
dijelaskan di atas sangat tepat bahwa subyek informasi bukanlah suatu hal yang
baru, namun cara-cara mengelola informasi agar ada kemudahan dalam
memperoleh informasi yang akurat dan mutakhir inilah yang selalu mengalami
perkembangan sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi. Selanjutnya
untuk menjawab permasalahan ini diperlukan teknologi yang mumpuni. Inovasi
yang sangat memungkinkan untuk mengatasi hal tersebut adalah komputer.
Lembaga atau organisasi menajdi semakin sadar bahwa informasi adalah suatu
sumber daya yang penting dan sangat strategis, dan komputer dapat mengelola
sumber daya tersebut.
Perkembangan program-program komputer yang sengaja dirancang untuk
memudahkan manajemen dalam mengelola informasi sangat pesat. Aplikasi di
berbagai bidangpun semakin luas, terutama aplikasi di bidang bisnis yang
dimaklumi sebagai indikator kemajuan suatu peradaban manusia. Pada dunia
bisnis dikenal beberapa jenis aplikasi program komputer untuk mendukung
kinerja suatu lembaga bisnis, seperti aplikasi yang berkaitan dengan penanganan
transaksi akuntansi, aplikasi yang berkaitan dengan bidang manajemen sumber
daya manusia, aplikasi yang berkaitan dengan bidang pengambilan keputusan,
aplikasi yang berkaitan dengan bidang informasi manajemen, bahkan sampai
pada kantor maya (virtual office), dan sistem berbasis pengetahuan (knowledgebased
system). Seluruh aplikasi program komputer atau lebih dikenal dengan
software di bidang bisnis tersebut lebih dikenal dengan istilah sitem informasi
berbasis komputer (computer-based information system), atau CBIS.
Kemampuan komputer mengelola informasi bisnis yang semakin kompleks
dijelaskan oleh Reymond McLeod (2004:3) sebagai berikut:
manajer. Informasi dapat dikelola seperti halnya sumber daya yang lain,
dan perhatian pada topic ini bersumber dari dua pengaruh. Pertama,
bisnis telah menjadi semakin rumit, dan kedua, komputer telah mencapai
kemampuan yang semakin baik”.
Dari pendapat di atas jelaslah bahwa solusi yang dapat diambil untuk
menangani dan mengelola informasi bisnis, yang setiap saat dibutuhkan untuk
mendukung pengambilan keputusan pihak manajer diperlukan suatu teknologi
yang mampu mendukung yaitu komputer. Tegasnya bahwa sistem informasi
berbasis komputer merupakan andalan dunia bisnis. Agar dunia bisnis, kalangan
pemerintahan, maupun dunia pendidikan dapat eksis maka harus menguasai
informasi yang sudah berbasis komputer. Hal tersebut senada dengan pendapat
Wahyudi Kumorotomo (2001:15) yang mengatakan sebagai berikut:
“… secara teoritis SIM dapat dilaksanakan tanpa bantuan alat komputer.
akan tetapi sistem manajemen yang semakin kompleks di dalam
organisasi-organisasi modern, dan juga melihat kenyataan bahwa harga
perangkat keras maupun perangkat lunak komputer relative semakin
murah, unsure komputer tidak dapat diabaikan peranannya. Maka setiap
pambahasan tentang SIM modern sekarang ini hampir dapat dipastikan
akan melibatkan pembahasan tentang sistem komputer sendiri. SIM yang
berbasis komputer (computer-based management information systems),
merupakan topic inti dalam setiap pembahasan tentang SIM”.
Dengan demikian maka jelaslah bahwa sistem informasi yang paling
efektif saat ini, adalah sistem informasi yang pengelolaanya menggunakan
perangkat komputer, atau sistem informasi berbasis komputer.
MANAJEMEN INFORMASI
Output informasi dari komputer digunakan oleh para manajer, nonmanajer,
serta orang-orang dan organisasi-organisasi dalam lingkungan
perusahaan. Manajer berada pada semua tingkat organisasi perusahaan, dan
dalam semua area bisnis. Manajer melaksanakan berbagai fungsi dan peran,
supaya berhasil dalam aktivitasnya manajer memerlukan keahlian dalam
komunikasi dan pemecahan masalah. Manajer perlu mengerti komputer (computer literate), tetapi yang lebih penting mereka perlu mengerti informasi
(information literate).
Manajer harus mampu melihat bahwa unit yang berada di bawah
kendalinya merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa subsistem dan
berada dalam supersistem yang lebih besar. Perusahaan atau lembaga adalah
suatu sistem yang bersifat fisik, namun dikelola dengan menggunakan suatu
sistem konseptual. Sistem konseptual itu terdiri dari suatu pengolah informasi
yang mengubah data menjadi informasi dan menggambarkan sumber daya fisik.
Penjelasan di atas dapat dipertegas dengan ilustrasi sebagai berikut:
Manajer perusahaan berskala kecil dengan aset yang belum begitu besar, dan
sumber daya manusia terbatas, misalnya sebuah kios, masih mampu mengelola
usahanya dengan mengamati aktiva-aktiva berwujudnya seperti barang
dagangan, cash register, ruangan, dan bahkan arus pelanggan. Pada saat skala
operasi meningkat menjadi suatu perusahaan dengan ratusan atau ribuan
pekerja, dengan operasi yang tersebar di wilayah yang luas, manajer tidak lagi
dapat mengandalkan pengamatan, tetapi harus lebih mengandalkan informasi.
Manajer memanfaatkan banyak laporan atau informasi untuk memahami atau
mengetahui kondisi fisik perusahaan. Sehingga dapat dibayangkan betapa
mudahnya seorang direktur memahami seluruh kondisi perusahaan dalam sesaat
dengan memanfaatkan informasi, sekaligus mengandalkan informasi tersebut
untuk pengambilan keputusan.
Dengan demikian para manajer menyadari sepenuhnya bahwa informasi
merupakan suber daya yang sangat berharga, sehingga perlu dikelola sebaikbaiknya,
hal ini senada dengan pendapat Wahyudi Kumorotomo ((2001:2) yang
menjelaskan bahwa semakin banyak organisasi atau perusahaan yang
mencurahkan perhatian utamanya pada penciptaan informasi yang bermanfaat
bagi manajemen, namun yang lebih penting lagi adalah bahwa hanya
perusahaan atau organisasi yang mampu mencari dan mendapatkan informasi
secara efektif yang akan berhasil. Lebih jauh Reymond McLeod (2004:3)
menjelaskan tentang pentingnya sumber daya inforamsi, dengan memasukkan informasi ke dalam lima jenis utama sumber daya, yaitu: manusia, material,
mesin (termasuk fasilitas dan energi), uang, dan informasi (termasuk data).
Tugas manajer adalah mengelola kelima sumber daya tersebut agar dapat
digunakan dengan cara yang paling efektif. Empat jenis sumber daya yang
pertama memiliki wujud (kasat mata), sehingga secara fisik dapat disentuh,
dikelola dan dimanfaatkan secara langsung. Sumber daya tersebut dikenal
dengan istilah sumber daya fisik, sedangkan sumber daya yang ke lima yaitu
informasi, hanya memiliki nilai dari apa yang diwakilinya, bukan dari bentuk atau
wujudnya. Sumber daya informasi disebut juga dengan sumber daya konseptual.
Para manajer dituntut agar dapat menggunakan sumber daya konseptual untuk
mengelola sumber daya fisik.
Terkait dengan pendapat di atas Wahyudi Kumorotomo (2001:9)
menjelaskan bahwa setiap unsur pembentuk organisasi adalah penting dan harus
mendapat perhatian yang utuh supaya manajer dapat bertindak lebih efekti.
Kemudian yang dimaksud dengan unsur atau komponen pembentuk organisasi
adalah bukan hanya bagian-bagian yang tampak secara fisik, tetapi juga hal-hal
yang bersifat abstrak atau konseptual.
Sumber daya diperoleh dan disusun agar siap digunakan pada saat
diperlukan. Pada proses penyusunan sumber daya mengharuskan kegiatan
pengubahan bahan mentah menjadi suatu bentuk yang lebih siap digunakan,
menjadi lebih halus, tepat ukuran, akurat, pasti, dan sebagainya.
Proses pengolahan atau penyusunan sumber daya menjadi lebih baik
tersebut, memerlukan biaya mahal, sehingga setelah sumber daya tersebut
disusun seorang manajer dituntut untuk memaksimalkan penggunaan sumber
daya dalam kegiatan manajemennya. Selanjutnya manajer harus meminimalkan
biaya dan waktu yang terbuang untuk perbaikan sumber daya dengan cara
menjaga berfungsinya sumber daya secara kontinyu pada titik efisiensi puncak.
Manajer baru melakukan penggantian sumber daya tersebut pada saat kritis,
sebelum sumber daya tersebut menjadi tidak efisien atau usang.
Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa sumber daya terdiri dari
sumber daya fisik dan sumber daya konseptual. Manajer harus mampu
mengelola kedua sumber daya tersebut. Mengelola sumber daya konseptual
dalam hal ini informasi tidak semudah mengelola sumber daya fisik, karena
obyek yang dikelola hanya merupakan representasi dari suatu benda berujud
atau bahkan hanya sebuah fenomena yang hanya dapat dirasakan, didengar
atau dicium baunya. Dengan demikian dibutuhkan personal yang memahami
value added dari sebuah sumber daya konseptual, agar model dan cara
pengelolaannya tepat. Manajer harus memahami bahwa lahirnya sebuah
informasi melalui tahapan yang cukup rumit, sehingga mampu memfasilitasi
personal yang bertugas mengelola sumber daya konseptual.
Fasilitas yang disediakan harus mencakup semua proses pengelolaan
informasi mulai dari pengumpulan data mentah, sampai pada kegiatan proses
data menjadi sebuah informasi yang berguna. Informasi tersebut selanjutnya
akan didistribusikan kepada pihak-pihak dalam organisasi yang layak menerima,
dalam bentuk yang tepat, saat yang tepat sehingga dapat dimanfaatkan secara
optimal. Akhirnya manajer akan membuang atau memusnahkan informasi yang
tidak berguna untuk diganti dengan informasi yang lebih mutakhir dan akurat.
Kegiatan tersebut harus dilakukan oleh personal pengelola sumber daya
konseptual dengan dukungan fasilitas yang memadai. Seluruh aktivitas tersebut
mulai dari memperolah informasi, menggunakannya seefektif mungkin, dan
membuangnya pada saat tidak dibutuhkan lagi, dengan dukungan fasilitas yang
memadai oleh Reymond McLeod (2004:4) disebut dengan istilah manajemen
informasi.
PERKEMBANGAN MANAJEMEN INFORMASI
Peningkatan penggunaan sistem informasi pada akhir-akhir ini, tidak
terlepas dari perhatian manajemen dalam perusahaan terhadap betapa
pentingnya manajemen informasni. Para manajer memberikan perhatian yang
semakin besar pada manajemen informasi selama beberapa tahun terakhir ini,karena dua alasan utama. Pertama, kegiatan bisnis telah menjadi semakin rumit.
Kedua, komputer telah mencapai kemampuan yang semakin baik. Secara lebih
rinci dapat dijelaskan sebagai berikut:
Kegiatan Bisnis Semakin Rumit
Bisnis memang selalu rumit, tetapi sekarang ini lebih rumit dibandingkan
sebelumnya. Semua perusahaan terkena pengaruh ekonomi internasional dan
bersaing dalam pasar internasional, teknologi bisnis menjadi semakin rumit,
batas waktu untuk bertindak semakin singkat dan terdapat pula kendala-kendala
sosial. Setiap pengaruh ini memberi kontribusi pada kerumitan bisnis.
Mengenai pengaruh ekonomi internasional dapat dimaklumi karena
perusahaan-perusahaan besar maupun kecil semua terkena pengaruh ekonomi
yang dapat bersumber dari bagian dunia manapun. Pengaruh tersebut dapat
terlihat pada nilai relative mata uang tiap negara. Pembeli melakukan pembelian
di Negara-negara yang mata uangnya memiliki nilai paling besar. Sebagai
contoh, saat Meksiko mendevaluasikan peso pada akhir 1980-an, banyak turis
Amerika Serikat yang memutuskan untuk berlibur di Meksiko daripada di tempat
lain, seperti Hawaii.
Sedangkan persaingan dunia dapat dijelaskan bahwa perusahaanperusahaan
tidak lagi bersaing dalam wilayah geografisnya sendiri. Sebaliknya
persaingan terjadi pada skala dunia. Dampak dari persaingan ini dapat terlihat
pada impor dari luar negeri. Sebagai contoh keputusan General Motors pada
awal tahun 1990-an untuk menutup banyak pabriknya menunjukkan bahwa
industri raksasa pun tidak terhindar dari dampak persaingan, yang dapat berasal
dari bagian dunia manapun.
Sementara itu kerumitan teknologi yang meningkat dapat dilihat setiap
saat bahwa berbagai teknologi yang diterapkan dalam dunia bisnis selalu
mengalami perubahan yang sangat pesat. Bebarapa kemudahan pelayanan
teknologi memanjakan manusia seperti bar code scanners di pasar swalayan,
sistem pemesanan penerbangan yang berbasis komputer, automated teller
machine, dan closed circuit television di gedung-gedung parkir. Juga terdapat banyak teknologi di belakang layar, yang tidak terlihat misalnya robot-robot
pabrik, serta peralatan otomatis untuk penanganan dan penyimpanan barang
dagangan. Perusahaan-perusahaan melakukan investasi pada teknologi ini
supaya mereka dapat melaksanakan operasi yang diperlukan secara lebih efektif.
Batas waktu juga semakin singkat, dapat diketahui bahwa semua tahap
operasi bisnis sekarang ini dilaksanakan secara lebih cepat daripada sebelumnya.
Para wiraniaga melakukan pemasaran melalui telepon (telemarketing) untuk
menghubungi pelanggan mereka dalam beberapa detik, perintah penjualan
dikirim secara elektronik dari satu komputer ke komputer yang lain, dan pabrik
membuat jadwal pengiriman material agar tiba tepat pada waktunya (just in
time).
Namun demikian kendala-kendala social juga tetap ada, di mana tidak
semua tekanan mendukung produksi, sebagian malah mendorong non-produksi.
Hal ini nyata pada produk dan jasa yang tidak diinginkan masyarakat.
Keputusan-keputusan bisnis harus didasarkan pada faktor-faktor ekonomis,
tetapi keuntungan dan biaya sosial harus juga dipertimbangkan. Perluasan
pabrik, produk baru, tempat penjualan baru, dan tindakan-tindakan serupa
semuanya harus dipertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan.
Kemampuan Komputer yang Semakin Baik
Dalam hal ukuran dan kecepatannya, komputer-komputer tahun 1950-an
dan 1960-an tampak seperti dinosaurus dari Jurassic Park. Komputer-komputer
ini ditempatkan dalam “ruangan besar” dan hanya boleh disentuh oleh para
spesialis komputer perusahaan. Para pemakai tidak pernah berhubungan
langsung dengan perangkat keras, tetapi pengaturan seperti ini di rasa cocok
oleh para pemakai. Umumnya, pemakai tidak tahu cara menggunakan komputer
dan takut untuk belajar.
Para pemakai komputer sekarang justru sebaliknya, sangat mungkin
memiliki terminal keyboard atau komputer mikro di ruangan mereka. Banyak
komputer mikro dihubungkan dengan komputer-komputer lain dalam suatu
jaringan. Bukan hanya komputer yang tersedia, para pemakai pun tahu cara menggunakannya. Para pemakai sekarang tidak memandang komputer sebagai
sesuatu yang istimewa tetapi sebagai bagian peralatan kantor yang dibutuhkan,
seperti halnya meja, telepon atau mesin fotokopi.
PEMAKAI INFORMASI
Awalnya pemakai output komputer adalah pegawai administrasi di bagian
akutansi, yang komputernya melaksanakan aplikasi seperti pembayaran gaji,
pengelolaan persediaan, dan penagihan. Sebagian informasi juga di sediakan
bagi para menejer, tetapi hanya sebagai produk sampingan dari aplikasi
akuntansi
Gagasan untuk menggunakan komputer sebagai suatu sistem informasi
manajemen (SIM), merupakan suatu terobosan besar, karena menyadari bahwa
para manajer memerlukan informasi untuk pemecahan masalah. Saat
perusahaan-perusahaan menjangkau konsep SIM, mulai dikembangkan berbagai
aplikasi yang secara khusus diarahkan untuk mendukung manajemen. Kroenke
dalam Abdul Kadir (2003:5) menjelaskan bahwa sistem informasi memberikan
nilai tambah terhadap proses produksi, kualitas, manajemen, pengambilan
keputusan, dan pemecahan masalah serta keunggulan kompetitif yang tentu saja
sangat berguna bagi kegiatan bisnis. Sebenarnya bukan hanya manajer yang
memperoleh manfaat dari SIM, para pegawai non-manajer juga menggunakan
produk SIM, bahkan yang berada di luar perusahaan, seperti para pelanggan
yang menerima faktur dan laporan, para pemegang saham menerima cek
dividen, dan pemerintah menerima laporan pajak. Dengan demikian dapat
dikatakan bahwa para pemakai SIM meliputi: manajer, non-manajer, orang atau
organisasi di luar perusahaan.
FUNGSI DAN PERAN MANAJER
Pada tahun 1914, seorang ahli teori manajemen berkebangsaan Perancis,
Henry Fayol, menyatakan bahwa manajer melaksanakan lima fungsi-fungsi
manajemen yang utama. Pertama, manajer merencanakan (plan) apa yang akan mereka lakukan. Kemudian, menyusun staf (staff) organisasi mereka dengan
sumber daya yang diperlukan. Dengan sumber daya yang ada, mereka
mengarahkan (direct) untuk melaksanakan rencana. Akhirnya mereka
mengendalikan (control) sumber daya, menjaganya agar tetap beroperasi secara
optimal. Semua manajer, apapun tingkatannya melaksanakan fungsi-fungsi
tersebut, walaupun mungkin dengan penekanan yang berlainan.
Sementara itu Henry Mintzberg, professor pada McGill University Kanada,
menganggap bahwa fungsi-fungsi Fayol tidak memberikan gambaran yang
menyeluruh. Ia mengembangkan kerangka kerja yang lebih yang harus
dimainkan oleh manajer, meliputi aktivitas antar-pribadi (interpersonal),
informasi (informational) dan keputusan (decisional).
Sistem informasi manajemen yang baik, dirancang berdasarkan fungsifungsi
dan peran-peran manajerial tersebut. Di samping itu agar SIM yang
dirancang oleh suatu lembaga benar-benar fungsional, maka harus
dikembangkan dengan memperhatikan keahlian yang harus dimiliki oleh seorang
manajer Reymond McLeod (2004:7-8). Keahlian tersebut meliputi keahlian dalam
berkomunikasi dan keahlian dalam memecahkan masalah. Keahlian tersebut
akan segera terbentuk apabila SIM yang dikembangkan benar-benar fungsional.
Keahlian manajer dalam berkomunikasi meliputi kegiatan menerima dan
mengirimkan informasi dalam bentuk lisan atau tertulis. Komunikasi tertulis
meliputi laporan, surat, memo, surat elektronik dan terbitan berkala. Komunikasi
lisan terjadi saat rapat, saat menggunakan telepon atau voice mail, saat
meninjau fasilitas, dan selama acara makan, bisnis serta berbagai kegiatan
sosial. Tiap manajer memiliki pilihan medianya sendiri. Seorang manajer
mungkin lebih menyukai percakapan telepon daripada surat elektronik,
sementara yang lain mungkin kebalikannya. Para manajer menyusun suatu
perpaduan media komunikasi yang sesuai dengan gaya manajemen mereka.
Keahlian manajer dalam memecahkan masalah (problem solving) dapat
didefinisikan sebagai semua kegiatan yang mengarah pada solusi suatu
permasalahan. Masalah biasanya dianggap sebagai sesuatu yang selalu buruk, karena sangat sedikit yang menganggap masalah sebagai sesuatu untuk meraih
kesempatan. Hasil dari aktivitas pemecahan masalah adalah solusi. Selama
proses pemecahan masalah, manajer terlibat dalam pengambilan keputusan
(decision making), yaitu tindakan memilih dari berbagai alternatif tindakan.
Keputusan adalah suatu tindakan tertentu yang telah dipilih.
MANAJER DAN SISTEM
Ahli-ahli manajemen sering mangatakan bahwa jika seorang manajer
memandang organisasinya sebagai suatu sistem, hal itu akan menjadikan
pemecahan masalah lebih mudah dan lebih efektif. Sistem adalah sekelompok
elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai
tujuan. Suatu organisasi seperti perusahaan atau suatu area bisnis cocok dengan
definisi ini. Organisasi terdiri dari sejumlah sumber daya, di mana sumber daya
tersebut bekerja menuju tujuan tertentu yang telah ditentukan oleh pemilik atau
manajemen.
Di samping konsep sistem, ada lagi konsep supersistem dan subsistem.
Jika suatu sistem adalah bagian dari sistem yang lebih besar, sistem yang lebih
besar itu adalah supersistem. Contohnya, pemerintahan kota adalah suatu
sistem, tetapi ia juga merupakan bagian dari sistem yang lebih besar yaitu
pemerintahan propinsi. Pemerintahan propinsi adalah supersistem dari
pemerintahan kota dan juga merupakan subsistem dari pemerintahan nasional.
Dalam dunia bisnis, sistem perusahaan berada dalam satu atau lebih
sistem lingkungan yang lebih besar atau supersistem. Jika perusahaan itu suatu
bank, misalnya, perusahaan tersebut merupakan bagian dari masyarakat
keuangan. perusahaan tersebut juga merupakan bagian dari masyarakat bisnis,
masyarakat setempat, dan masyarakat global.
Sistem perusahaan juga mencakup sistem-sistem yang lebih kecil atau
subsistem. Subsistem dari bank mungkin barupa departemen-departemen seperti
tabungan, rekening koran dan pinjaman angsuran. Walaupun tiap subsistem ini
memiliki tujuannya masing-masing, tujuan-tujuan bawahan ini mendukung dan memberi kontribusi pada tujuan keseluruhan perusahaan. Antara supersistem,
sistem dan subsistem harus terjalin dalam satu kesatuan yang bersinergi.
Ketiganya harus diikat dalam sebuah sistem informasi manajemen. Dengan
demikian sistem informasi yang menghasilkan informasi dengan akurasi dan
presisi tinggi menjadi sebuah keharusan, agar ketiga sistem tersebut dapat
berjalan seiring dan sejalan dalam mencapai tujuan.
Manajer pada tingkat supersistem disebut manajer puncak (top manger),
manajer pada tingkat sistem disebut manajer menengah (middle manager), dan
manajer pada tingkat subsistem disebut manajer rendah (lower manager). Ketiga
tingkat manajer tersebut dapat bekerjasama dengan baik apabila didukung oleh
sistem informasi yang handal, yang mampu menghasilkan informasi yang
memiliki akurasi dan presisi tinggi, sehingga keputusan yang diambil pada
tingkat manajer puncak tidak akan bertentangan dengan keputusan pada tingkat
manajer rendah, atau sebalinya. Hal ini hanya mungkin terjadi apabila sistem
informasi yang digunakan sudah berbasis komputer (CBIS), dan saling
berhubungan satu sama lain. Sejalan dengan pendapat di atas mengenai kualitas
informasi agar dapat digunakan untuk mengambil keputusan secara tepat, Abdul
Kadir (2003:46) menjelaskan bahwa informasi yang berkualitas adalah informasi
yang baik, yang memiliki karakteristik : relevansi, ketepatan waktu, dan
keakurasian.
MACAM DAN NILAI CBIS
Manajer membuat keputusan untuk memecahkan masalah, dan informasi
digunakan dalam membuat keputusan. Informasi disajikan dalam bentuk lisan
maupun tertulis oleh suatu pengolah informasi. Porsi komputer dalam mengolah
informasi terdiri dari berbagai aplikasi berbasis komputer, seperti SIA, SIM, DSS,
kantor virtual dan sistem berbasis pengetahuan, Reymond McLeod (2004:14).
Istilah yang mencakup semua aplikasi berbasis komputer adalah sistem
informasi berbasis komputer (computer based information system), atau CBIS, untuk menggambarkan lima subsistem yang menggunakan komputer. Semua
subsistem CBIS menyediakan informasi untuk pemecahan masalah.
Tanpa memandang apakah spesialis informasi atau pemakai yang
mengembangkan aplikasi, CBIS harus dinilai dengan cara yang sama seperti
investasi besar lain dalam perusahaan. Sebenarnya sangat sulit mengukur nilai
CBIS, ada perusahaan yang mencoba menimbang nilai komputer berdasarkan
biaya tenaga administrasi (clerical cost) yang digantikan. Sebenarnya hal ini
tidaklah tepat, karena setelah ada CBIS hanya sedikit pegawai administrasi yang
kehilangan pekerjaanya. Namun manfaat yang besar diperoleh perusahaan
setelah ada CBIS, yaitu mampu mencapai peningkatan efisiensi dan efektivitas,
bahkan mampu mengurangi investasi.
Sebagi bukti bahwa CBIS itu lebih efisien dari pendahulunya (sistem
manual), dijelaskan oleh Reymond McLeod (2004:19) bahwa salah satu aplikasi
komputer pertama adalah pengendalian persediaan dan perusahaan umumnya
dapat mengurangi investasi persediaan mereka dengan mengkomputerisasi
catatan persediaan.
Karena sukarnya mengukur nilai CBIS, perusahaan-perusahaan sangat
berhati-hati dalam membuat keputusan untuk menerapkan sistem seperti itu.
Banyak waktu manajer dan staf yang dihabiskan untuk mengevaluasi dampak
sistem itu pada organisasi. Menimbang-nilai CBIS, dengan menggunakan
gabungan ukuran-ukuran kuantitatif dan subyektif, adalah langkah kunci dalam
mencapai sumber daya yang berharga ini.
Dalam beberapa hal, nilai CBIS juga dapat dipertimbangkan dari siklus
CBIS. Tiap subsistem CBIS menyerupai suatu organisme hidup yaitu : lahir,
bertumbuh, menjadi matang, berfungsi dan akhirnya mati. Proses evolusi ini
disebut siklus hidup sistem (system life cycle – SLC), dan terdiri dari tahap-tahap
berikut: (1) Perencanaan; (2) Analisis; (3) Rancangan; (4) Penerapan; dan (5)
Penggunaan.
Siklus hidup suatu sistem berbasis komputer mungkin hanya berlangsung
beberapa bulan, atau mungkin berlangsung beberapa tahun, sehingga dapat dikatakan bahwa CBIS mempunyai biaya yang tinggi. Cepat atau lambat, sifat
dinamis kebutuhan informasi akan melampaui kemampuan sistem informasi,
sehingga sistem itu harus diperbarui. Tahap-tahap siklus hidup sistem
membentuk suatu pola lingkaran. Saat suatu sistem berakhir masa kegunaannya
dan harus diganti, suatu siklus hidup baru dimulai, diawali dengan tahap
perencanaan.
Walau banyak orang mungkin menyumbangkan keahlian khusus mereka
untuk pengembangan sistem berbasis komputer, pemakailah yang bertanggung
jawab atas siklus hidup sistem. Sesuai dengan penekanan pada manajer sebagai
pemakai, tanggung jawab untuk mengelola CBIS ditugaskan pada manajer.
Manajer ini adalah manajer dari unit organisasi tempat diaplikasikannya
komputer dan dapat ditempatkan di mana saja di dalam perusahaan.
Seiring berkembangnya CBIS, manajer merencanakan siklus hidup dan
mengatur para spesialis informasi yang terlibat. Setelah penerapan, manajer
mengendalikan CBIS untuk memastikan bahwa sistem tersebut terus
menyediakan dukungan yang diharapkan. Saat manajer memilih untuk
memanfaatkan dukungan para spesialis informasi, kedua pihak bekerja sama
untuk mengidentifikasi dan mendefinisikan masalah, mengidentifikasi dan
mengevaluasi solusi alternatif, memilih solusi terbaik, merakit perangkat keras
dan perangkat lunak yang sesuai, menciptakan database, dan menjaga
kemutakhiran sistem. Semua kegiatan tersebut akan dapat dilakukan dalam
waktu relative singkat apabila perusahaan telah menggunakan sistem informasi
berbasis komputer.
PENUTUP
Kemajuan jaman ditandai dengan kemajuan di bidang ilmu pengetahuan
dan teknologi, termasuk di dalamnya kemajuan di bidang teknologi informasi.
Suatu lembaga selalu membutuhkan informasi yang terkini dan memiliki akurasi
yang cukup tinggi untuk mendukung pengambilan kebijakan-kebijakannya,
apabila ingin meraih keunggulan kompetitif. Informasi menjadi sangat penting bagi siapapun yang ingin menguasai keunggulan. Informasi adalah salah satu
dari lima jenis utama sumber daya yang dapat dipakai oleh manajer. Semua
sumber daya termasuk informasi dapat dikelola. Pengelolaan informasi semakin
penting seiring dengan rumitnya kegiatan bisnis yang setiap saat membutuhkan
informasi yang akurat dan demi pelayanan yang memuskan pada para
pelanggan. Pengelolaan informasi juga lebih menantang sejalan dengan
perkembangan kemampuan komputer saat ini.
Produk komputer digunakan oleh berbagai pihak untuk bahan
pengambilan keputusan, terutama seorang manajer dalam suatu perusahaan.
Saat para manajer melakukan fungsi dan perannya, memerlukan dukungan
informasi yang akurat, cepat dan tepat agar dapat melakukan tugasnya secara
efektif dan efisien. Hal ini akan terwujud apabila manajer memiliki keahlian
dalam bidang komunikasi dan pemecahan masalah dengan pengetahuan tentang
komputer dan informasi. Selanjutnya pengelolaan informasi akan merupakan
sebuah sistem, yang saling tergantung sekaligus bersinergi antar berbagai
komponen yang membentuk sistem tersebut. Sistem ini dikenal dengan sistem
informasi. Karena digunakan untuk membantu manajer dalam mengambil
kebijakan maka disebut dengan sistem informasi manajemen.
Akibat perkembangan lembaga yang dikelolanya manajer tidak hanya
mengelola sumber daya fisik saja, tetapi juga sumber daya konseptual. Sumber
daya konseptual sangat abstrak sehingga sulit untuk dikelola. Cara
pengelolaannya adalah dengan mengubah menjadi simbol-simbol yang memiliki
value (nilai), sehingga dapat dikalkulasi. Cara pengelolaan sumber daya
koseptual ini yang paling tepat adalah dengan menggunakan bantuan mesin,
dalam hal ini komputer. Dengan demikian sistem informasi manajemen akan
lebih efektif apabila dikelola atau berbasis komputer. Sistem informasi berbasis
komputer tersebut lebih dikenal sebagai (computer-based information system)
atau CBIS.


DAFTAR PUSTAKA
Abdul Kadir, 2003, Pengenalan Sistem Informasi, Yogyakarta : Andi Offset.
Brown, Carol V., dan Bostrom, Robert P. (Spring:1994). “Organization Designs
for the Management of End-User Computing: Reexamining the
Contingencies.” Journal of Management Information System.
Cale, Edward G., Jr., dan Kanter, Jerry. (Number 1: 1998). “Aligning Information
Systems and Business Strategy : A Case Study”. Journal of Information
Technology Management.
Mirani, Rajesh, dan King, William R. 1994. “The Development of a Measure for
End – User Computing Support,” Decision Sciences.
Moekijat, 1988, Sistem Informasi Manajemen, Bandung : CV Remaja Karya.
Raymond McLeod, Jr. dan George Schell. 2004. Sistem Informasi Manajemen
(terjemahan). Jakarta: PT Indeks
Siagian, S.P, 1984, Sistem Informasi untuk Pengambilan Keputusan, Jakarta :
Gunung Agung.
Wahyudi Kumorotomo dan Subando Agus Martono, 2001, Sistem Informasi
Manajemen, Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.
Yoder, D. 1964. Handbook of Personnel Management and Labour Relation, New
York: Long Man.
Yogiyantoro HM, 1990, Analisis dan Desain Sistem Informasi : Pendekatan
Terstruktur, Yogyakarta : Andi Offset.
_____, 2000, Sistem Informasi Berbasis Komputer : Konsep Dasar dan
Komponen, Edisi Ketiga, Yogyakarta : BPFE
Yoon, Younghoc. (Spring : 1999). “Discovering Knowledge in Corporate
Databases.” Information Systems Management.
BIODATA :
Saliman, lahir di Kutasari, Purbalingga, 3 Agustus 1966 adalah Lektor Kepala
pada Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Fakultas Ilmu Sosial
dan Ekonomi, Universitas Negeri Yogyakarta.

Kamis, 24 Oktober 2013

tugas softskill sistem informasi manejemen

                                              tugas softskill sistem informasi manejemen

nama : saipul anwar
kelas  : 2db04
npm   : 36112789


                                              pengertian sistem informasi manejemen

Sistem informasi manajemen (SIM) (bahasa Inggris: management information system, MIS) adalah sistem perencanaan bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis. Sistem informasi manajemen dibedakan dengan sistem informasi biasa karena SIM digunakan untuk menganalisis sistem informasi lain yang diterapkan pada aktivitas operasional organisasi. Secara akademis, istilah ini umumnya digunakan untuk merujuk pada kelompok metode manajemen informasi yang bertalian dengan otomasi atau dukungan terhadap pengambilan keputusan manusia, misalnya sistem pendukung keputusan, sistem pakar, dan sistem informasi eksekutif by : Muhammad Zamzami, S.E, M.M .




                                                      1. pengertian sistem:

Sistem merupakan sebuah obyek yang dikaji / dipelajari, dimana
memiliki karakteristik tertentu atau spesifikasi tersendiri,
diantaranya secara umum obyek dibangun atas :
elemen (unsur pembentuk),
interface (penghubung antar elemen),
boundary (batasan aktivitas atau lingkup),
environment (pengaruh lingkungan),
activity (aktivitas pada setiap elemen atau pada obyek itu
sendiri)
goal (tujuan yang ingin dicapai)
Pendefinisian sistem dapat dilakukan dalam dua pendekatan,
yaitu pendekatan atas fisik dan pendekatan atas fungsi:

•Secara fisik, sistem adalah sekumpulan dariunsur / elemen yang berinteraksi dan bekerja
bersama-sama untuk mencapai tujuan yang
ditetapkan, sebagai contoh : sistem tatasurya,
sistem pencernaan, sistem transportasi, sistem
komputerisasi, sistem informasi
• Secara fungsi, sistem adalah jaringan kerja dari
prosedur-prosedur yang berupa urutan
kegiatan yang saling berhubungan, berkumpul
bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu,
contoh: sistem peminjaman buku, sistem
penjualan, sistem marketing, sistem belajar  Ditinjau dari aspek fisik

                                     1.2. devinisi sistem:

1. Murdick dan Ross (1993) mendefinisikan sistem sebagai
seperangkat elemen yang digabungkan satu dengan
lainya untuk suatu tujuan bersama
Kamus Webster’s Unbriged adalah elemen-elemen yang
saling berhubungan membentuk satu kesatuan atau
organisasi

2. Scott (1996) mengatakan sistem terdiri dari unsur-unsur
seperti masukan (input) , pengolahan (processing) ,
serta keluaran(output), dan ciri pokok sistem menurut
Gapspert ada empat, yaitu sistem itu beroperasi dalam
suatu lingkungan, terdiri atas unsur-unsur, ditandai
dengan saling berhubungan dan mempunyai satu
fungsi atau tujuan utama.

3.Mc. Leod (1995) mendifinisikan sistem sebagai sekelompok
elemen-elemen yangterintegrasi dengan maksud yang sama
untuk mencapai suatu tujuan. Sumberdaya mengalir dari
elemen output dan untuk menjamin prosesnya berjalan
dengan baik maka dihubungkan mekanisme control. Untuk
lebih jelasnya elemen sistem tersebut dapat digambarkan

                                               3.pengertian informasi

Pengertian Informasi itu sendiri adalah sesuatu data atau pesan yang telah diolah melalui berbagai media yang dimana tujuannya adalah untuk disampaikan kepada penerima dan pastinya ada sebuah manfaat dari penerimaan data tersebut. Dari pengertian secara singkat barusan dapat kita pahami bahwa informasi itu sendiri sebelum dikirimkan kepada penerima pasti melalui proses pengolahan terlebih dahulu. Misal informasi itu disampaikan melalui televisi. Pasti akan dilakukan perekaman menggunakan sebuah kamera yang tujuannya membuat penerima informasi itu bisa mengerti apa informasi yang disampaikan.

                                                         3.1definisi informasi:

Menurut H.M. Yogianto dalam bukunya yang berjudul Analisis dan Desain Sistem Informasi Pendekatan Terstruktur pengertian informasi sebagai berikut:
“informasi merupakan data yang telah diproses ke dalam suatu bentuk yang mempunyai arti bagi si penerima dan mempunyai nilai nyata serta terasa bagi keputusan saat itu atau keputusan yang akan datang.”

Gordon B. Davis dalam bukunya yang berjudul Kerangka Dasar Sistem Informasi Manajemen memberikan pengertian informasi sebagai berikut:
”Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berguna dan nyata atau berupa nilai yang dapat dipahami dalam keputusan sekarang  maupun yang akan datang.”

Penulis lain, Burch dan Strater, menyatakan: informasi adalah pengumpulan atau pengolahan data untuk memberikan pengetahuan atau keterangan.

Sedangkan George R. Terry, Ph. D. menyatakan bahwa informasi adalah data yang penting yang memberikan pengetahuan yang berguna.

                                                           4 pengertian manajemen

Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti "seni melaksanakan dan mengatur."[1] Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal.[2] Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.[3] Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.

                                                              4.1 devinisi manajemen

1. Dalam Encylopedia of the Social Sience dikatakan bahwa manajemen adalah suatu proses dengan mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi.

2. Selanjutnya, Hilman mengatakan bahwa manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama. Manajemen adalah kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen. Jadi dengan kata lain, segenap orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen dalam suatu badan tertentu disebut manajemen.

3. Menurut pengertian yang ketiga, manajemen adalah seni (Art) atau suatu ilmu pnegetahuan. Mengenai inipun sesungguhnya belum ada keseragaman pendapat, segolongan mengatakan bahwa manajemen adalah seni dan segolongan yang lain mengatakan bahwa manajemen adalah ilmu. Sesungguhnya kedua pendapat itu sama mengandung kebenarannya.

Menurut G.R. Terry manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata.
Menurut Mary Parker Follet manajemen adalah suatu seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain. Definisi dari mary ini mengandung perhatian pada kenyataan bahwa para manajer mencapai suatu tujuan organisasi dengan cara mengatur orang-orang lain untuk melaksanakan apa saja yang pelu dalam pekerjaan itu, bukan dengan cara melaksanakan pekerjaan itu oleh dirinya sendiri.

sumber : wikipedia.id
              http://herugan.com/pengertian-defenisi-dan-fungsi-fungsi-manajemen
                http://blog.re.or.id/definisi-informasi-2.htm
              http://jamil15.wordpress.com/2012/10/06/pengertian-informasi/
               http://semua-ad.blogspot.com/2013/06/definisi-dan-pengertian-informasi.html